June 3, 2026
Screenshot_20250807-094037~2

Presiden Prabowo Subianto tidak mempermasalahkan aksi masyarakat mengibarkan bendera bajak laut ala anime One Piece (Jolly Roger) sebagai bentuk ekspresi menjelang perayaan Hari Kemerdekaan. Sikap ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat dimintai tanggapan soal maraknya pengibaran bendera hitam bertengkorak topi jerami itu di sejumlah daerah.

“Enggak ada masalah. Kalau makna kritikan, kita sangat terbuka. Pemerintah sangat terbuka,” ujar Prasetyo dikutip Kompas.com, Selasa (5/8).

Menurutnya, pengibaran bendera One Piece dapat dipahami sebagai simbol kritik sosial atau bentuk ekspresi publik yang masih berada dalam koridor demokrasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak alergi terhadap kritik, hanya berasumsi sebagai bagian dari suara rakyat yang harus didengar. Mensesneg menyebut, sejauh mana bendera itu tidak dimaksudkan untuk menggantikan atau menyaingi posisi Bendera Merah Putih, maka tidak menjadi masalah. Namun, ia memberi catatan penting bahwa bendera Merah Putih tetap harus dihormati sebagai simbol negara dan persatuan nasional, terutama menjelang tanggal 17 Agustus.

“Tapi jangan ini dibawa atau dibentur-benturkan kepada, disandingkan, atau dipertentangkan dengan Bendera Merah Putih,” tegasnya.

Menurut Prasetyo, menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-80, diimbau masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi simbol negara. Bendera Merah Putih adalah satu-satunya bendera yang mewakili identitas dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Mensesneg Prasetyo Hadi mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mencintai bangsa Indonesia apa pun keadaannya, dan menunjukkan rasa hormat terhadap simbol-simbol negara di momentum penting seperti Hari Kemerdekaan

Dalam beberapa hari terakhir, muncul fenomena pengibaran bendera bajak laut One Piece di berbagai lokasi di Indonesia, menjelang 17 Agustus. Bendera berwarna hitam dengan gambar tengkorak bertopi jerami yang digunakan oleh sebagian warga sebagai bentuk sindiran atau ekspresi ketidakpuasan terhadap kondisi sosial dan politik.Aksi ini memicu kontroversi di media sosial dan menjadi perhatian publik, karena sebagian pihak menilai tindakan tersebut bisa dianggap tidak menghormati simbol negara, terutama ketika dilakukan pada bulan kemerdekaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *