June 3, 2026
IMG_0073

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat berada di wilayah pegunungan Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat tersebut dikabarkan membawa total 11 orang yang terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Muh Arif Anwar menyebut pesawat tersebut sedang dalam status disewa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Pesawat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dan dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu siang.

“Kami menerima info dari Airnav Makassar bahwa telah terjadi satu pesawat jenis ATR 400 milik IAT (Indonesia Air Transport) yang dioperasikan oleh atau disewa oleh KKP seperti itu. Jumlah penumpang 11 orang, di mana 8 kru dan 3 penumpang yang ikut di atas on board,” ujar Arif kepada wartawan, Sabtu.

  1. Pilot: Capt. Andy Dahananto
  2. Kopilot: Farhan.
  3. FOO: Hariadi
  4. Engineer 1: Restu Adi
  5. Engineer 2: Dwi Murdiono
  6. Pramugari 1: Florencia Lolita
  7. Pramugari 2: Esther Aprilita Sementara itu, identitas tiga orang penumpang yang turut berada di dalam pesawat adalah Deden, Ferry, dan Yoga.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan upaya maksimal untuk melacak keberadaan seluruh awak dan penumpang pesawat tersebut.

Titik Koordinat Terakhir di Bantimurung Arif mengaku sudah mengerahkan personel ke titik kontak terakhir pesawat IAT tersebut berdasarkan data koordinat yang dikirim oleh Airnav Makassar. Lokasi terakhir pesawat terdeteksi berada di daerah Taman Nasional Bantimurung. “Di mana titik duga setelah kami plot koordinat terakhir yang diberikan oleh pihak ATC itu mengarah di daerah Bantimurung dan sekitarnya. Nah tim kami tadi sudah sampai di sana dan sudah membuat satu posko SAR gabungan di daerah Bantimurung,” tuturnya. Selain pengerahan tim darat, Basarnas juga telah meminta bantuan kepada TNI AU untuk mengerahkan Helikopter Caracal. Helikopter ini diharapkan bisa membantu proses observasi dari udara guna mempercepat penemuan lokasi pesawat di medan pegunungan.

“Selain itu Caracal juga bisa digunakan untuk evakuasi melalui udara,” ucap Arif. Hingga saat ini, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan badan pesawat maupun kondisi para korban. Proses pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir area koordinat terakhir. “Kami berdoa secepatnya bisa kita temukan pesawatnya dan korbannya masih bisa kita selamatkan,” ujar Arif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *