April 16, 2026
67b6d7c3b35e47c583c34aec8e5370a1~2
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, memberi potongan Pajak Bumi dan Bangunan

TNGVOTE- Bupati Pati Sudewo sempat menjadi sorotan publik. Karena berniat naikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan (PBB-P2).

Bahkan tak tanggung-tanggung kenaikannya mencapai 250%. Sontak hal ini mengundang unjuk rasa besar-besaran oleh masyarakat.

Warga mendesak Sadewo mundur dari jabatannya. Politisi Gerindra itu pun minta maaf dan membatalkan rencananya kebijakannya tersebut.

Hal berbeda terjadi di Kota Tangerang. Berbagai daerah mencoba untuk menaikan pajak guna meningkatkan PAD, namun berbeda halnya dengan apa yang dilakukan Wali Kota Tangerang Sachrudin.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, memberi potongan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 20 persen bagi seluruh masyarakat. Pemberian itu merupakan kado kemerdekaan di saat daerah lain menaikan pajak.

“Kebijakan ini kami berikan untuk meringankan beban warga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Semoga menjadi penyemangat bagi kita semua dalam mengisi kemerdekaan,” kata Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Minggu, 17 Agustus 2025.

Sachrudin menuturkan saat ini sejumlah program yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat tengah berjalan, seperti di bidang pendidikan dengan mengeluarkan program gampang sekolah untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi siswa SD dan SMP negeri maupun swasta, serta menyediakan fasilitas sekolah inklusi. 

“Pemkot juga mendukung hadirnya sekolah rakyat. Dari total 150 penerima manfaat di Provinsi Banten, 15 di antaranya merupakan warga Kota Tangerang yang mendapatkan kesempatan belajar dan meningkatkan keterampilan,” jelas Sachrudin.

Sachrudin menjelaskan di bidang kesehatan lebih dari 85 ribu warga telah memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis dari mulai warga hingga menyasar para pelajar. Sementara, lanjutnya, program makan bergizi gratis telah menjangkau lebih dari 22 ribu siswa dengan distribusi makanan sehat melalui dapur umum yang tersebar di 9 kecamatan. 

“Pemkot juga melibatkan 34 rumah sakit rujukan dalam upaya pencegahan stunting, sebagai bentuk perhatian kepada para calon generasi penerus bangsa,” ungkap Sachrudin.

Dari sisi ekonomi, Sachrudin menambahkan Pemkot Tangerang secara rutin menggelar gerakan pangan murah bekerja sama dengan produsen pangan untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan. 

“Semua langkah ini adalah hadiah kemerdekaan yang nyata. Bukan sekadar simbol, tetapi bukti bahwa pemerintah hadir bersama masyarakat dan juga sejalan dengan berbagai  program pemerintah pusat,” kata Sachrudin.

Menurut Sachrudin, momentum peringatan HUT ke-80 RI ini sekaligus menjadi ajakan untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Dari Tangerang untuk Nusantara, mari kita teruskan perjuangan para pahlawan dengan kerja nyata demi Indonesia maju,” ujar Sachrudin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *