April 16, 2026
images (30) (17)

TNGVote – Sejumlah inovasi telah diterapkan. Salah satunya adalah desentralisasi pelayanan administrasi kependudukan. Jika sebelumnya pembuatan KTP terpusat di Dinas Dukcapil Tigaraksa, kini warga cukup mengurus di kecamatan.

“Warga tidak perlu antre lama. Setelah foto, rekam sidik jari, dan melengkapi berkas, mereka bisa pulang. Begitu KTP jadi, petugas kecamatan mengantarkan langsung ke rumah tanpa biaya,” jelas Maesyal. 

Tak hanya itu, Pemkab Tangerang juga menghadirkan layanan drive thru di kecamatan padat penduduk seperti Cisauk. Warga cukup menyerahkan dokumen dari kendaraan, dan surat keterangan bisa selesai dalam hitungan menit. 

“Untuk layanan tertentu seperti surat keterangan tidak mampu, cukup lima menit selesai. Tapi kalau soal pertanahan tentu butuh kajian lebih lanjut,” katanya.

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan birokrasi yang efektif dan efisien sejak awal menjabat.

“Visi kami jelas, terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing. Itu dituangkan dalam lima program unggulan, yaitu tata kelola pemerintahan yang efektif efisien, pendidikan, kesehatan, ekonomi-infrastruktur, dan lingkungan hidup,” kata Maesyal.

Di bidang pendidikan, Pemkab Tangerang mulai menerapkan program sekolah gratis bagi SD dan SMP swasta sejak 2025 dengan alokasi anggaran Rp 40 miliar. Program ini secara bertahap akan diperluas dalam tiga tahun ke depan.

“Orangtua tidak lagi terbebani iuran bulanan. Mereka merasa terbantu, dan kami ingin memastikan tidak ada anak yang putus sekolah,” ungkap Maesyal. 

Pemkab Tangerang juga menyalurkan beasiswa bagi siswa berprestasi, baik akademik, seni, maupun olahraga. Sebanyak 225 siswa telah menerima beasiswa hingga jenjang sarjana. 

“Kami sudah kirim 20 orang ke Kairo, 27 ke IPB, dan lainnya ke berbagai perguruan tinggi. Ini bentuk dukungan bagi anak-anak Tangerang yang berprestasi tetapi kurang mampu,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *