April 16, 2026
IMG_20250910_165107
TPA Cipeucang tak lagi mampu menampung 500 ton sampah setiap hari

TNGVOTE – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) tengah kebingungan mencari solusi penanganan sampah. TPA Cipeucang tak lagi mampu menampung 500 ton sampah setiap hari, sementara rencana kerja sama dengan Kabupaten Pandeglang dipastikan batal.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengungkapkan bahwa Pemkab Pandeglang menolak menjadi lokasi pembuangan karena mendapat penolakan keras dari warganya. “Saya sudah ditelepon langsung oleh Bupati Pandeglang. Jadi, kerjasama dengan TPA Bangkonol tidak dilanjutkan,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).

Kondisi ini membuat Pemkot Tangsel mulai melirik kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Benyamin bahkan sudah melakukan koordinasi dengan Pemprov Jabar, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), serta Pemkab Bogor untuk membahas pengiriman sampah ke Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, Bogor.

Rencananya, TPPAS tersebut akan mengolah sampah menjadi refuse-derived fuel (RDF) untuk kebutuhan PT Semen Cibinong. Namun, realisasi pembuangan masih terhambat faktor teknis dan perizinan. Menurut Kepala DLH Jawa Barat, pembuangan sampah dari Tangsel baru bisa dilakukan pada 2027.

“Kalau bisa dipercepat, paling tidak sanitary landfill dulu. Kapasitas TPPAS Lulut Nambo bisa sampai 2.300 ton per hari, dan Tangsel mendapat alokasi 300–500 ton,” jelas Benyamin.

Selain mengandalkan kerja sama antar daerah, Pemkot Tangsel juga berupaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Saat ini terdapat 49 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST3R), namun hanya 39 yang masih aktif. Dari 400 bank sampah, tercatat 353 yang masih beroperasi.

“Kami dorong peran TPST3R dan bank sampah dari hulu sampai hilir. Penanganan sampah ini harus digeber maksimal,” tegas Benyamin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *