July 26, 2026
IMG_20251003_223527
Insiden keracunan MBG yang terjadi di berbagai daerah ini menyulut Mahfud MD untuk memberikan kritik pada kebijakan Presiden Prabowo

TNGVOTE- Mahfud MD menceritakan bahwa keluarganya ada yang turut menjadi korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Yogyakarta.

Informasi ini diceritakan oleh Mahfud MD di kanal YouTubenya, yang mana cucunya tersebut muntah-muntah.

Insiden keracunan MBG yang terjadi di berbagai daerah ini menyulut Mahfud MD untuk memberikan kritik pada kebijakan Presiden Prabowo.

Mantan Menko Polhukam sekaligus cawapres 2024, Mahfud MD, mengungkapkan bahwa cucunya turut menjadi korban keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam video bertajuk “Bereskan Tata Kelola MBG” yang diunggah di kanal YouTube miliknya, Mahfud menyebut peristiwa itu dialami cucunya di sebuah sekolah di Yogyakarta.

“Cucu saya juga keracunan. Ya, MBG di Jogja,” ujar Mahfud.

Mahfud menjelaskan, ada dua cucu yang keracunan usai menyantap makan siang MBG.

Salah satunya bahkan harus dirawat di rumah sakit selama empat hari, sedangkan yang lain hanya mengalami muntah-muntah sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

“Cucu ponakan ya. Saya punya ponakan, ponakan saya tuh punya anak namanya Iksan.

Makan siang gratis, ya masakan bergizi gratis, lalu satu kelas itu delapan orang langsung muntah-muntah,” jelasnya.

Mahfud mengatakan, salah satu cucunya bahkan sampai dirawat di rumah sakit imbas keracunan MBG.

Sedangkan cucunya yang satu lagi hanya mengalami muntah-muntah, lalu boleh pulang ke rumah.

“Nah yang enam itu, enam dan kakaknya gitu, kakak yang masih dirawat di rumah sakit itu, habis muntah-muntah sehari disuruh pulang, bisa dirawat di rumah.

Tapi yang ini (cucu kedua) sampai empat hari di rumah sakit. Ada dua, iya bersaudara, beda kelas. Di sekolah yang sama,” papar Mahfud.

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud juga menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut kasus keracunan MBG hanya mencakup 0,0017 persen dari total 30 juta porsi yang telah disalurkan.

Menurut Mahfud, persoalan ini tidak bisa sekadar dilihat dari angka statistik semata.

“Dan memang itu menjadi isu nasional juga ya, meskipun betul itu hanya 0,0017 persen, kata Presiden, dan kecil sekali kan memang.

Tapi kan juga jutaan pesawat terbang di dunia ini lalu lalang setiap hari, kecelakaan satu aja tidak sampai 0,001 persen, orang ribut.

Karena itu menyangkut nyawa, menyangkut kesehatan,” katanya.

“Ini bukan persoalan angka, ini harus diteliti lagi apa masalahnya,” imbuh Mahfud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *