April 16, 2026
InShot_20260126_051052657
Wilayah yang kini tertimbun longsoran itu harus direhabilitasi dengan penanaman ulang pohon-pohon keras. Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri

Permukian warga yang terdampak longsor Cisarua tepatnya di Pasirlangu harus direlokasi secara permanen. Wilayah yang kini tertimbun longsoran itu harus direhabilitasi dengan penanaman ulang pohon-pohon keras. Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian saat meninjau lokasi longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung.

Tito menegaskan, lokasi terdampak longsor tak layak lagi untuk dijadikan kawasan permukiman. Demi keselamatan warga proses relokasi harus mencari wilayah lebih aman.

“Menurut saya, tempat seperti ini jangan ditempati lagi. Harus direhab, direboisasi, ditanam tanaman yang akarnya keras supaya struktur tanahnya bisa menguat kembali. Kalau kembali lagi, nanti akan longsor lagi,” tegasnya.

Tito melanjutkan, daerah-daerah yang teramati memiliki potensi atau kerentanan hidrometeorologi harus dipetakan khusus oleh pemerintah daerah, hingga tingkat nasional.

Sementara disinggung soal kemungkinan langkah hukum, Tito menegaskan hal tersebut perlu kajian lebih lanjut.

“Kita belum tahu bagaimana tata ruangnya. Itu nanti dulu. Sekarang fokus dulu pada penanganan dan pengamanan,” pungkasnya.

Permintaan Wapres Gibran

Pemerintah daerah diminta segera menyiapkan relokasi bagi warga terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hal tersebut disampikan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Ribran Rakabuming Raka, Minggu (25/1/2026).

Lahan relokasi, katanya, harus dekat permukiman asal dan diperuntukan bagi warga yang rumahnya hancur akibat longsor.

“Kalau bisa tidak terlalu jauh dari tempat asal, tidak terlalu jauh dari mata pencaharian,” kata Gibran, di Desa Pasirlangu, Cisarua, Minggu (25/1/2025).

Selain itu, pemenuhan layanan kesehatan dan logistik juga dianggap penting bagi kelompok rentan di lokasi pengungsian saat ini. Pemantauan kesehatan harus dilakukan berkala.

“Saya titip pak yang di ruangan tadi, yang di ruangan ini, mohon, terutama lansia, anak-anak, ibu menyusui, kaum difabel, mohon diberikan atensi khusus, makan tiga kali sehari, kalau sakit segera ditangani,” kata Gibran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *