Kasus dugaan penggelapan dana berlanjut, Fuji blak-blakan akui dampak mental yang berat
Selebgram sekaligus influencer Fuji kembali mendatangi Polres Jakarta Selatan untuk menangani kasus staf admin yang mengelola akun media sosialnya. Admin tersebut dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan dan penggelapan dana yang merugikan Fuji.
Kedatangan Fuji kali ini sekaligus untuk memantau perkembangan laporan yang telah ia buat sebelumnya. Ia pun mengungkapkan pandangannya terkait proses hukum yang tengah berjalan.
“Sebelumnya aku pengen ucapin terima kasih sih kepada pihak kepolisian sudah bantu aku memproses permasalahan ini,” ujarnya saat berada di Polres Jakarta Selatan pada Kamis (29/1/2025). Fuji mengaku cukup mengapresiasi kinerja aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut.
Ia juga menanggapi perkembangan kasus yang kini telah naik ke tahap penyidikan. Menurut Fuji, proses hukum yang berjalan terbilang cukup cepat.
“Aku lumayan agak senang sih karena progresnya lebih cepat dan aku pengen ini cepat selesai. Gimana ya aku kalau dibilang excited gimana dong karena aku ngerasa sebentar lagi akan selesai,” katanya.
Meski begitu, Fuji tak menampik bahwa menghadapi kasus seperti ini sangat menguras energi. Ia mengaku kelelahan, baik secara fisik maupun mental.
“Capek banget pasti, udah rugi, ditanyain, terus buang waktu juga, sakit hati juga, dikatain netizen juga, udah sih capek banget, batin sama fisik capek,” ungkapnya.
Selain proses hukum, wanita berusi 23 tahun ini juga harus menghadapi komentar negatif dari warganet. Ia merasa heran karena justru dirinya yang menjadi korban malah disudutkan.
“Ya aku bingung aja sih aku korban di sini tapi aku malah jadi disalahkan ‘ya ini harus dicek lagi dong mungkin Fujinya tahu ini ini ini’ gitu,” katanya.
“Ya gimana ya aku kadang udah sibuk kerja kalau pulang udah pengen istirahat, udah capek banget terus kalau misalnya ada hari libur ya aku pengen liburan pengen senang-senang sama temen-temen aku jadi nggak terlalu ngecekin banget saat itu,” lanjutnya.
Dampak dari kasus ini rupanya cukup berat bagi Fuji. Ia mengaku sempat mengalami kondisi mental yang menurun akibat permasalahan tersebut.
“Sempat drop berkali-kali, tapi sekarang kayaknya aku ada PTSD juga sih karena jadi sulit percaya sama orang. Terus kalau ada pekerja baru jadi kayak nggak mau terlalu deket lagi, nggak mau terlalu kenal,” ujarnya.
Pengalaman pahit ini membuat Fuji menjadi lebih berhati-hati dalam membangun kepercayaan. Ia mengaku trauma dan memilih menjaga jarak dengan orang-orang baru di lingkup kerjanya.
Meski demikian, Fuji mencoba mengambil pelajaran dari kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa jalur hukum adalah langkah terbaik untuk menghadapi kasus serupa.
“Solusinya serahin kepada pihak kepolisian sih kalau terjadi kayak gini ya, nggak ada solusi lain,” pungkasnya.
