April 16, 2026
bupati_sudewo_dan_ahmad_husein__0
Pergerakan Massa Sudah Meleceng dari Tuntutan Awal Terkait Penolakan Kenaikan PBB-P2 Hingga 250 Persen

TNGVOTE- Ahmad Husein Hafid, inisiator dan koordinator rencana demo jilid II pada 25 Agustus secara mengejutkan menyatakan membatalkan aksi tersebut. Ia mengaku telah menjalin komunikasi langsung dengan Bupati Pati Sudewo dan menyetujui untuk berdamai.

Husein dikenal melalui aksi beraninya menantang Sekda Riyoso yang mencoba mengambil alih donasi dari warga. Saat demo pada 13 Agustus lalu ia mengambil bagian sebagai inisiator demo dan juga orator.

“Demo pada 25 Agustus batal. Saya sudah tidak berkecimpung di situ lagi. Tadi masyarakat juga sudah saya kasih tahu kalau batal,” ungkapnya, Selasa (19/8).

Menurut Husein, pergerakan massa sudah meleceng dari tuntutan awal terkait penolakan kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen. Ia bahkan curiga ada kepentingan politik yang melakukan aksi tersebut.

Ia tak menyebut secara pasti siapa yang maksudnya. “Kalau saya dari awal nyata dari masyarakat. Lebih baik membatalkan daripada saya hanya jadi jembatan dan ditunggangi politik,” jelasnya.

Keputusan pembatalan demo memicu tuduhan bahwa Husein telah menerima imbalan berupa uang atau suap dari Bupati Sudewo. Namun, ia menepis tuduhan itu.

“Biarin, yang penting penampilan besok. Omahku yo elek kok (Rumahku ya jelek kok),” tegasnya.

Husein juga tidak membantah telah berkomunikasi dengan Sudewo melalui panggilan video call pada Selasa (19/8) sekitar pukul 14.20 WIB. Dalam komunikasi itu, aspirasi yang ia sampaikan disebut langsung diterima bupati.

Ia lebih dulu menghubungi bupati berusia 56 tahun itu, namun tidak direspons. Tak berselang lama, Sudewo menelepon balik dari Pendapa Kabupaten Pati.

“Tadi aku video call-an sama Pak Bupati. Aspirasi-aspirasi saya terima. Dari bawah, ibaratnya kepala desa saya suruh sampai Pak Bupati supaya pembangunan maksimal,” ujarnya.

Setelah komunikasi tersebut, Husein menyatakan sudah berdamai dengan bupati dari Partai Gerindra itu. Ia tidak lagi mendesak pemakzulan, melainkan memberi kesempatan kepada bupati untuk melanjutkan kepemimpinan dengan syarat tetap menyerap aspirasi warga.

“Tetap damai saya. Saya lebih suka pemimpin yang benar-benar merangkul masyarakat dan Pak Sudewo tadi sudah membuktikan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *