April 16, 2026
IMG-20250820-WA0009~2
Menuntut KPK Untuk Menyelidiki Dugaan Keterlibatan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution Dalam Kasus Korupsi

TNGVOTE- Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya merencanakan untuk menggelar demonstrasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aksi unjuk rasa tersebut berkaitan dengan kasus korupsi proyek pembangunan jalan di Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Bidang Media DPP GRIB Jaya Marcel Gual menyatakan, pihaknya menuntut KPK untuk menyelidiki dugaan keterlibatan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam kasus korupsi tersebut. “Kita akan mendatangi KPK dan meminta untuk mengusut kasus (korupsi) proyek jalan di Sumatera Utara,” ujar Marcel lewat pesan suara, Selasa, 19 Agustus 2025.

Menurut Marcel, aksi demonstrasi tersebut direncanakan akan digelar dalam waktu dekat ini. “Tanggal pastinya belum ada karena masih kita godok persiapannya,” tutur Marcel kepada Tempo.

Kasus dugaan korupsi pembangunan jalan di tersebut diketahui ikut menyeret Kepala Dinas PUPR Sumatera Utara Topan Obaja Putra Ginting (TOP). KPK bahkan telah menetapkan Topan yang dikenal sebagai orang dekat Bobby tersebut sebagai tersangka.

Topan merupakan anak buah Gubernur Bobby Nasution, yang sebelumnya juga menjadi orang kepercayaan menantu Jokowi itu saat menjabat wali kota di Medan. Itu sebabnya banyak kalangan mendorong KPK memeriksa Bobby, termasuk Indonesia Corruption Watch.

“Dengan terlibatnya Bobby Nasution meninjau jalan, maka patut diduga ia mengetahui adanya proyek yang akan dilaksanakan pada lokasi tersebut dan berpotensi mengetahui persekongkolan yang dilakukan oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara,” kata Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW Wana Alamsyah dalam keterangan resminya, Kamis, 3 Juli 2025.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengatakan penyidik tidak menutup kemungkinan untuk memanggil Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution apabila ada indikasi keterlibatan dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumut berdasarkan keterangan saksi-saksi.

Meski demikian, Setyo menyebut KPK sampai sejauh ini belum memiliki rencana untuk memanggil Bobby. Menurut Setyo, tim penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap para tersangka maupun saksi-saksi lain.

“Sampai sekarang belum (ada rencana panggil Bobby), tentu nanti berdasarkan dari hasil pemeriksaan tersangka dan saksi-saksi yang lain. Kalau memang ada, ya tidak menutup kemungkinan akan dipanggil dan diminta keterangan,” kata Setyo usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 10 Juli 2024.

Tanggapan Bobby Nasution

Adapun Bobby Nasution sebelumnya sudah menyatakan siap dipanggil KPK sebagai saksi untuk dimintai keterangan. “Namanya proses hukum, ya kami bersedia saja, apalagi kalau tadi katanya ada aliran uang,” katanya.

Bobby menyatakan akan kooperatif apabila KPK hendak memeriksanya. “Kami di Pemprov Sumut, baik itu bawahan maupun atasan yang ada menerima aliran dana wajib memberikan keterangan sesuai proses hukum,” katanya, Senin, 30 Juni 2025.

Menantu mantan presiden Joko Widodo itu menyatakan dirinya tidak pernah menerima aliran dana korupsi, meskipun ia sempat turun langsung ke lokasi proyek pembangunan jalan bersama Topan Ginting. Proyek tersebut kini menjadi bagian dari penyidikan KPK.

“Saya meninjau ke lokasi untuk melihat secara langsung kondisi jalan karena selama ini hanya melalui foto saja. Mengingat jalan yang akan diperbaiki menggunakan anggaran yang tidak sedikit, saya meninjau langsung,” ucap dia.

Bobby menyerahkan sepenuhnya kepada KPK untuk menyelidiki apakah ada indikasi aliran dana suap yang diterimanya. “Dilihat saja nanti di sana (KPK) ya,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *