April 16, 2026
IMG_20250919_222503
Leony yang merupakan warga Tangerang Selatan, membedah dokumen setebal 520 halaman itu dan menyoroti sejumlah alokasi anggaran yang dinilainya janggal dan fantastis

TNGVOTE- Laporan keuangan Pemerintah Tangerang Selatan menjadi sorotan mantan penyanyi cilik, Leony Vitria Hartanti.

Pasalnya, ia mengunggah hasil telaahnya terhadap Laporan Keuangan Pemkot Tangsel pada tahun 2024.

Melalui serangkaian Instagram Story, Leony yang merupakan warga Tangerang Selatan, membedah dokumen setebal 520 halaman itu dan menyoroti sejumlah alokasi anggaran yang dinilainya janggal dan fantastis.

Sebagai warga yang ingin mengetahui penggunaan uang pajaknya, Leony membagikan tangkapan layar dari laporan yang dapat diakses publik tersebut.

“Sesuai request ya.. bikin konten research dulu dan sesuai data.. saya mau liat nih uang pajak kita kemana, karna saya warga tangsel ya kita nanti liat ya laporan keuangan Tangsel yang tahun 2024,” tulis Leony di awal unggahannya.

Unggahan Leony pun langsung memicu diskusi luas di kalangan warganet.

Salah satu yang paling menjadi sorotan adalah anggaran untuk suvenir yang mencapai Rp 20,48 miliar.

Angka ini tercatat mengalami kenaikan signifikan sekitar 51,94 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp 13,48 miliar.

Selain suvenir, Leony juga menyoroti pos-pos belanja lain yang nilainya dianggap tidak sedikit.

Di antaranya adalah anggaran perjalanan dinas yang mencapai Rp 117 miliar, belanja alat tulis kantor sebesar Rp 38 miliar, serta biaya makan dan minum rapat hingga pakaian dinas yang totalnya mencapai puluhan miliar rupiah.

Alokasi anggaran tersebut lebih besar dibandingkan dengan pos belanja lain yang dianggap lebih krusial bagi masyarakat.

Leony, melalui unggahannya, memperlihatkan bahwa anggaran untuk pemeliharaan jalan, jaringan, dan irigasi hanya sekitar Rp 731 juta.

“Nah uang pajak dari rakyat untuk rakyat kan berarti ini ya yang beban pemeliharaan jalan, jaringan dan irigasi 731 juta aja ceunah,” tulis Leony dalam salah satu unggahannya.

“Kita ga boleh suudzon, di tangsel mungkin ga banyak jalanan rusak jd segitu aja uda cukup biayanya selama setahun,” sambungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *